Jl Kemang Timur No. 98
Jakarta Selatan 12560 - INDONESIA
Ph + 62 21 7817211
Fax +62 7817212
info@thcmandiri.com
 
 
   
   
 
 
 
  Khazanah sejarah politik kontenporer Indonesia akan makin kaya dengan kehadiran sebuah buku yang merupakan catatan dari Bacharuddin Jusuf Habibie, Presiden Ke-3 RI. Buku catatan ini di tulis sendiri oleh B.J. Habibie berdasarkan catatan yang beliau tulis semasa menjabat sebagai Presiden RI.

Buku yang di beri judul “Detik-Detik Yang Menentukan, Jalan Panjang Indonesia Menuju Demokrasi” menguak banyak informasi yang selama ini belum di ketahui oleh masyarakat dan terkadang menjadi polemic baik di kalangan akademis, politisi maupun masyarakat awam. Berbagai peristiwa, fakta – fakta social, ekonomi politik, dan berbagai langkah kebijakan yang di ambil B.J. Habibie selama masa pemerintahannya di rangkumdalam empat bab yang di susun sebagaimana adanya. Buku ini di luncurkan pada tanggal 21 September 2006 di Jakarta.

Catatan buku ini di awali dengan prolog yang menggambarkan situasi dan kemelut yang terjadi menjelang pergantian kepemimpinan dari Presiden Soeharto ke B.J.Habibie, kala itu Wakil Presiden RI. Prolog di tulis oleh tim editor yang di pilih B.J. Habibie. Sementara, bagian pokok buku yakni Bab Satu hingga Bab Empat di tulis sendiri oleh B.J. Habibie.

Pada Bab I, B.J. Habibie menguraikan kejadian – kejadian yang menentukan saat menjelang pengunduran diri Presiden Soeharto.

Di Bab II, B.J Habibie memaparkan hal-hal penting yang terjadi selama 100 hari pertama pemerintahannya.

Bab III, menyuguhkan secara tematik hal – hal mendasar yang di lakukan oleh B.J. Habibie pada masa pemerintahnnya. Hal – hal penting yang di paparkan antara lain:
a. masalah pemilu dan sidang istimewa MPR
b. masalah perbankan dan ekonomi
c. masalah Timor – Timor
d. masalah otnomi daerah
e. tentang Pak Harto.

Bab IV, memaparkan hal – hal penting yang terjadi pada 100 hari menjelang terpilihnya Presiden ke-4 RI, Abdurrahman Wahid.

Epilog yang mengkahiri buku ini memaparkan analisis mendalam mengenai berbagai krisis. Bagian yang di susun oleh tim editor, memuat pula komentar sejumlah pengamat dan media massa tentang kinerja B.J.Habibie.

Hal lain yang menarik dari buku ini adalah di gunakannya pendekatan – pendekatan non-konvensional oleh B.J.Habibie ketika mengambil keputusan – keputusan pelik dalam menghadapi krisis (pendekatan approximation, redudancy, relaksasi dan seterusnya).

Buku ini dengan jujur memaparkan perjalanan B.J.Habibie selama kurun waktu 17 bulan menjabat menjadi Presiden ke-3 RI. B.J.Habibie menyadari bahwa Indonesia pada masa kepemimpinannya sedang berada pada ”persimpangan jalan”. Indonesia mengalami suatu keadaan yang kritis, ia mengambil kebijakan (jalan) yang salah, akan berakibat perang saudara atau balkanisasi. Ia memilih suatu proses evolusi yang di percepat dengan perencanaan matang, sebagai uapaya penyelematan bangsa dari situasi kritis tersebut.